Petani Salassae berbagi Inspirasi Pertanian Alami di Inspirasi Bakti Musim tanam padi belakangan ini membuat Pak Arman Tanggung menjadi “pengangguran”. Setelah menebar benih kemudian menamnya di sawah, praktis ia tidak mengerjakan apa-apa lagi. Ia hanya menghabiskan waktunya meniti pematang, berjalan-jalan di sekitar rumahnya, sesekali ngobrol dan diskusi bersama petani Salassae lain. Tidak ada lagi kegiatan pemupukan, penyemprotan dan penyiangan di sawahnya, namun 3 bulan kemudian dia panen. Sebanyak 50an peserta diskusi Inspirasi BaKTI yang hadir sore itu terlihat bingung, mengapa demikian. Sebenranya, fakta ini diungkapkan Pak Arman untuk menekankan bahwa pertanian alami ataupun organik yang dilakukannya saat ini yang sering dicap ribet, merepotkan adalah tidak benar. Ancaman utama dalam praktik pertanian yang mengandalkan bahan kimiawi adalah dampak dari penggunaan pestisida dan pupuk kimia. Sebagian besar petani di Indonesia melakukan penyemprotan pestisida tanpa menggunak...